Profil Irwan Meilano Pakar Geodesi ITB Yang Kini Menjabat Wamen KKP

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik pimpinan baru di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan pada Kamis (1/10/2026). Dalam kesempatan tersebut, ulasan mengenai profil Irwan Meilano menjadi sorotan publik setelah dirinya diambil sumpah jabatan sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.

Penunjukan akademisi berlatar belakang sains ini menandai langkah strategis pemerintah dalam menguatkan tata kelola kelautan nasional. Kehadiran tokoh akademis di jajaran kementerian diharapkan membawa pendekatan ilmiah yang lebih terukur dalam kebijakan maritim.

Latar Belakang Akademis dan Kepakaran

Pria yang dikenal luas di lingkungan akademik ini merupakan pakar di bidang geodesi serta kegempaan nasional. Sebelum masuk ke lingkungan pemerintahan, dedikasi penuh diberikan sebagai Guru Besar di Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung.

Aktivitas ilmiahnya sering muncul dalam berbagai kegiatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika untuk membahas potensi deformasi tektonik. Pemikiran serta hasil risetnya mengenai aktivitas sesar bumi sering menjadi rujukan penting bagi kajian mitigasi bencana di Indonesia.

Riwayat Jabatan Strategis Perguruan Tinggi

Amanat kepemimpinan di kampus tercatat saat menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB periode 2025-2030. Tanggung jawab besar diemban meliputi pengelolaan sistem pendidikan, penerimaan mahasiswa baru, hingga pembinaan kegiatan kemahasiswaan.

Sebelum menduduki kursi wakil rektor, namanya juga masuk dalam bursa pemilihan Rektor ITB periode 2025-2030. Senat Akademik ITB pada November 2024 menetapkan namanya sebagai satu dari tiga calon rektor terbaik bersama pimpinan akademis lainnya.

Jenjang Pendidikan Dari Bandung Hingga Jepang

Perjalanan menuntut ilmu bidang geodesi diawali saat menyelesaikan pendidikan sarjana di Institut Teknologi Bandung pada 1997. Keinginan mendalami bidang kebumian mendorong kelanjutan studi ke jenjang yang lebih tinggi di luar negeri.

Gelar magister berhasil diraih pada 2003 dari Nagoya University, Jepang, lalu dilanjutkan hingga meraih gelar doktor pada 2006. Pembelajaran di Jepang memperkuat fokus kepakarannya pada geodesi kegempaan, pemodelan sumber gempa, serta analisis pergerakan kerak bumi.

Perjalanan Karier dan Dedikasi

Rekam jejak kontribusi ilmiah serta kepemimpinan yang telah ditempuh mencakup:

  • Menyelesaikan studi doktor di Nagoya University Jepang pada 2006.
  • Guru Besar Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB.
  • Terpilih menjadi salah satu kandidat Calon Rektor ITB periode 2025-2030.
  • Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB periode 2025-2030.
  • Dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan pada 1 Oktober 2026.